Polwan 63 Tahun

Oleh Maridup Hutauruk

Hari ini, Kamis 1 September 2011, Polwan (Polisi Wanita) memperingati Hari Jadinya yang ke-63 tahun. Hanya 2 tahun setelah resminya Polisi Republik Indonesia terbentuk, yaitu 1 Juli 1946, yaitu pada tahun 2011 ini sudah 65 tahun Polisi Indonesia menjadi perangkat Negara sebagai bagian dari pemerintah untuk ikut mengelola Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan fungsinya.

Apa yang sudah dicapai oleh Kepolisian Indonesia tentunya sudah banyak tercatat dalam sejarah perjalanannya sejak Indonesia merdeka dari penjajahan.  Pencatatan sejarah perjalanan panjang itu bukanlah lebih penting dibanding dengan pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat, dan tentunya masyarakatlah yang lebih adil untuk menilai bentuk-bentuk pelayanan yang diberikan oleh Polisi Indonesia. (more…)

Bolehkah Kasus Nazaruddin Menjadi Pemicu Berdirinya Negara Indonesia Baru Yang Bersih Menuju Adil dan Makmur? Sangat diyakini bahwa kebanyakan masyarakat bukan memihak kepada seorang Nazaruddin, karena dianya juga berada dalam lingkaran yang menjadi lingkungan yang penuh dengan kecurigaan sebagai matarantai pelaku-pelaku korupsi. Tetapi kasus-kasus yang dinyanyikan olehnya memang menjadi perhatian yang sudah lama tertanam dihati sanubari masyarakat Indonesia yang sedari dulu mencita-citakan kehidupannya yang adil dan makmur. (more…)

 

Mati aja… atau Merdeka..!

Sumber: Photobucket

Melihat Sumatera Dari Lintas Tengah

(Jakarta – Medan Menyetir Sendiri)

Oleh:  Maridup Hutauruk

 

Setir Sendiri 

Sudah sekitar dua tahun penulis tidak melintasi Jalur Lintas Sumatera dimana selama tiga tahun sebelumnya selalu dilintasi tiga atau empat kali per tahun baik Lintas Timur, Lintas Tengah, Lintas Barat. Banyak melihat menjadi banyak tau, mungkin menjadi salah satu motivasi sehingga penulis lebih menikmati perjalanan yang selalu dilakukan berulang kali bahkan sudah puluhan kali dilakukan.

 Kebetulan masa liburan sekolah maka kali ini penulis bersama istri dan dua anak terkecil berniat melintasi Lintas Tengah Pulau Sumatera. Cukup seorang diri saja yang menyetir dalam menempuh perjalanan hampir 2.500 Km itu. Tak ada yang perlu dikawatirkan, walau biasanya perjalanan seperti ini selalu didampingi oleh teman atau supir untuk bergantian melintasi Pulau Sumatera ini. Tak apalah, sebelumnya sudah pernah dua kali perjalanan hanya disupiri sendiri, mengapa pula kali ini tidak! Lagi pula perjalanan ini bersifat privasi bersama istri dan anak-anak.  (more…)

GANJA, PENJARA PENUH DAN KONTROVERSI EFEK NEGATIFNYA adalah judul sebuah artikel Oleh Maridup Hutauruk.

Artikel dalam format PDF, silahkan Klik >>>Ganja, Penjara Penuh dan Kontroversi Efek Negatifnya

Supatra Sasuphan

Pada awal Desember 2006, Mail Online dari dailymail.co.uk memberitakan seorang gadis kecil berusia 6 tahun bernama Supatra Sasuphan dengan nama panggilan Nat asal Thailand mengalami kondisi tubuh yang sangat langka yang disebut Ambras syndrome (Congenital Hypertrichosis) dimana sekujur tubuh terutama wajahnya ditumbuhi bulu (rambut) yang berlebihan sehingga orang-orang menggelarinya ‘Si Wajah Monyet’ (more…)

Membaca judul diatas, pikiran kita akan tertuju kepada bunyi-bunyi merdu yang lazim kita dengar dari burung yang bernama Tekukur (Treron curvirostra). Tekukur ini masih kerabat dekat dengan Perkutut, Merpati. Tetapi yang mau disampaikan dalam artikel ini bukan Tekukur yang berbunyi Kur-kur, tetapi KUR yang dikenal sebagai singkatan dari kata Kredit Usaha Rakyat, yang dipromosikan oleh Pemerintah.

Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT. Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha. Adapun Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri dan Bank Bukopin.

KUR ini merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh UMKM dan Koperasi terutama yang memiliki usaha yang layak namun belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana.

Coba kita simak apa yang diartikelkan oleh Krabil Hutauruk berikut ini:

SYARAT PEMBERIAN DANA KUR

Oleh: Krabil Hutauruk (Kontributor)

BNI menargetkan penyaluran KUR kepada masyarakat tahun ini hingga Rp80 miliar. Total dana KUR yang telah disalurkan di Sulawesi Barat hingga akhir April telah tercatat sebanyak Rp20,52 miliar. (more…)

Ditulis oleh : Krabil Hutauruk. Tahun 1985
Untuk syarat Kepala Sekolah SMA Luar Negeri
A.n. R.F. PATANDUNG, BA ( KEPALA SMAN 1 LUWUK )

Tepatnya pada tanggal 3 November 1999 Gubernur Sulawesi Tengah (Brigjen Purn. H.B. Palidju) atas nama Menteri Dalam Negeri meresmikan berdirinya Kabupaten Banggai Kepulauan yang sebelumnya masih bernaung bergabung dalam Kabupaten Banggai. Kabupaten Banggai Kepulauan menjadi satu kabupaten otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Buol, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Secara historis wilayah Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan mulanya adalah bagian dari Kerajaan Banggai yang sudah dikenal sejak abad 13 Masehi sebagaimana termuat dalam buku Negara Kertagama yang ditulis oleh Pujangga Besar Empu Prapanca pada tahun Saka 1478 atau 1365 Masehi. Kerajaan Banggai, awalnya hanya meliputi wilayah Banggai Kepulauan, namun kemudian oleh Adi Cokro yang bergelar Mumbu Doi Jawa disatukan dengan Wilayah Banggai Darat. Adik Cokro yang merupakan panglima perang dari Kerajaan Ternate yang menikah dengan seorang Putri Portugis kemudian melahirkan putra bernama Mandapar. Mandapar inilah yang dikenal sebagai Raja Banggai Pertama yang dilantik pada tahun 1600 oleh Sultan Said Berkad Syam dari Kerajaan Ternate. Raja Mandapar yang bergelar Mumbu Doi Godong ini memimpin Banggai sampai tahun 1625. (more…)

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.