Selamat datang di Maridup’s Blog dan selamat menikmati apapun yang dapat anda nikmati dari situs ini. Tujuan situs ini hanyalah sebagai tempat untuk menyampaikan, mengungkapkan, menganjurkan, mengajak, melakukan apa saja yang mungkin perlu untuk kehidupan.

Kehidupan ini penuh dengan misteri. Sebuah misteri selalu terungkap dibelakang waktu, namun terungkapnya suatu misteri akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Mungkin kita tidak akan mampu berjalan didepan waktu, akan tetapi sebisanya kita boleh berada persis dibelakang perjalanan waktu itu, supaya kita mampu melihat kehidupan ini menjadi karunia yang tidak harus kita sia-siakan.

Kalau takdir sudah menjadi sesuatu yang nyata, maka kelahiran adalah takdir yang harus dijalani didalam suatu ketergantungan. Kita terlahir dalam ketidak berdayaan atas ketergantungan terhadap alam sekitar. Perjalanan waktu membawa kelahiran kita harus menempuh jalur ketergantungan yang tiada tara sampai tiba saatnya terbuka alam pikiran dimana kita mulai mempersempit alam semesta menjadi egosentris.

Ketidak mampuan kita melarut dalam ketergantungan akan memunculkan egosentris yang tidak terkendali dan terciptalah aku-kami-kau-kamu-dia-mereka, yang melepaskan diri dari ke-esa-an, maka alam semesta pun menjadi lebih kecil, kecil, dan sangat kecil. Oleh karena kita sudah menjadi sangat kecil maka alam semesta dan segala isinya menjadi sebuah misteri.

Sejak terciptanya jagat raya yang saya istilahkan sebagai Alrase melalui suatu proses yang saya sebut Dentubes lebih dari 16 miliar tahun lalu maka terciptalah hukum-hukum kekekalan untuk mengatur kehidupan Alrase. Perjalanan waktu menghadirkan Bumi terlahir 6 miliar tahun yang lalu untuk diwariskan kepada manusia, sehingga manusia-manusia sekarang ini sudah ditinggalkan oleh waktu milliaran tahun lamanya. Jadilah itu sebagai misteri.

Aku berpikir maka aku ada, kalau aku tidak berpikir maka akupun tidaklah ada. Saat ini aku sedang membaca artikel ini dan aku berpikir memang ternyata aku ada. Kemudian aku bertanya, siapa aku? lalu terlahir jawaban yang menimbulkan pertanyaan, kemudian pertanyaan, kemudian pertanyaan lagi, dan pertanyaan-pertanyaan yang tiada berujung. Karena keletihanku dengan pertanyaan yang tak berujung itu maka aku berusaha kembali kepada diriku dan akupun ada tidak lebih besar dari sebutir pasir yang terlihat oleh mata, dan tidak lebih besar pula dari satu unsur atom yang kasat mata.

Aku membuka picingan mata dan aku melihat, aku mendengar, aku merasa, aku mencium bau, aku meraba, itulah indraku yang diperintah oleh otakku. Kemudian otakku bekerja dalam bawah sadar berupa insting menjadi indra ke-6 bagiku. Kemudian semua indraku berkolaborasi membentuk suatu kesadaran bahwa aku berada dalam dimensi titik, dimensi bidang, dimensi ruang, dan dimensi waktu. Dan waktu inilah yang meninggalkan aku jauh terbelakang.

Adrenalin bereaksi di dalam ruang egosentrisku dan akupun berani mengatakan aku manusia. Ternyata bukan hanya aku manusia, kaupun manusia, diapun manusia, kamipun manusia, kamupun manusia, merekapun manusia, dan banyaklah manusia yang sekarang ini ada sekitar 7 miliar jiwa jumlahnya dan bagaimanapula bila semuanya memunculkan egosentrisnya?

Manusia kemudian memetik-metik ilmu dari keterbelakangannya ditinggal oleh perjalanan waktu sehingga mengambil jalan praktis mengelompokkannya menjadi semisal manusia Batak, manusia Jahudi, manusia kulit hitam, manusia kulit kuning, manusia kulit putih, manusia kulit merah, manusia kulit coklat. Karena menganggap pengelompokan ini bersifat rasisme maka dengan bijak manusia mengelompokkan dirinya menjadi 12 rasi, atau bahasa populernya disebut horoscope atau zodiac.

Bangsa Eropah mengelompokkan manusia berdasarkan karakter dengan simbolisasi binatang dan simbol-simbol manusia yang disebut dalam horoscope atau zodiak yaitu Aries dengan symbol domba, Taurus disimbolkan dengan Banteng, Gemini disimbolkan dengan Anak Kembar, Cancer disimbolkan dengan Kepiting, Leo disimbolkan dengan Singa, Virgo disimbolkan dengan Perawan, Libra disimbolkan dengan Timbangan, Scorpio disimbolkan dengan Kalajengking, Sagittarius disimbolkan dengan Pemanah, Capricorn disimbolkan dengan Kambing, Aquarius disimbolkan dengan Penuang air, Pisces disimbolkan dengan Ikan. Jadi manusia menurut kelahiran berdasarkan bulan kelahirannya memiliki karakter seperti apa yang disimbolkan. Disini manusia ada yang disamakan denagan binatang seperti domba, banteng, kepiting, singa, kalajengking, kambing, ikan, Namun ada juga manusia disimbolkan dengan bentuk manusia seperti anak kembar, anak perawan, penuang air, atau benda berupa timbangan.

Bangsa Cina mengelompokkan manusia berdasarkan tahun kelahiran dengan simbol-simbol binatang sebagai gambaran karakter manusia dan disebut Shio. Karakter umum manusia dibagi atas 12 kelompok yang lahir dalam setahun. Ke 12 simbol binatang yang yang disebut shio menggambarkan karakter umum manusia adalah tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing, dan babi. Perputaran tahun kelahiran berganti dalam 12 tahun. Misalnya seseorang yang dilahirkan pada tahun anjing maka periode 12 tahun berikutnya disebut juga tahun anjing, misalnya tahun 1910, 1922, 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006, 2018. Kalau kita ambil 12 tahun kedepan sebagai mewakili 12 shio maka tahun-tahun tersebut adalah shio tikus (2008), kerbau (2009), harimau (2010), kelinci (2011), naga (2012), ular (2013), kuda (2014), kambing (2015), monyet (2016), ayam jantan (2017), anjing (2018), dan babi (2019). Demikianlah perhitungannya tahun-tahun yang diwakili oleh shio berperiode 12 tahun kedepan atau kebelakang, dan demikian seterunya.

Manusia disimbolkan dengan binatang berdasarkan tahun kelahirannya memiliki karakter-karakter binatang yang mewakilinya. Sejak jaman dahulu diamati perilaku spesifik binatang dan disimpulkan bahwa karakter khusus dari binatang yang disimbolkan dengan 12 shio tersebut memang menjadi karakter khusu bagi orang yang dilahirkan sesuai tahun shio-nya. Apabila seseorang yang dilahirkan pada tahun shio babi maka karakternya akan mirip dengan babi, demikianpula dengan seorang yang dilahirkan pada tahun shio anjing akan memiliki karakter seperti anjing pula, tentu saja karakter-karakter yang dianggap sebagai karakter positip. Misalnya seorang yang ditakdirkan terlahir di tahun shio anjing dikatakan memiliki karakter dominan bersifat setia, dan memang bangsa barat menganggap bahwa anjing merupakan simbol kesetiaan. Bila anda ingin diramal berdasarkan kelahiran anda maka silahkan kunjungi www.astrology.com.

Sebenarnya kelahiran seorang manusia pada awalnya dihubungkan dengan kehadiran gugusan bintang di angkasa. Gugusan bintang tersebut dalam bahasa Indonesia disebut rasi. Pengamatan tentang rasi dilakukan para ahli perbintangan yang disebut astrologer dan ilmunya disebut astrology. Dipercaya bahwa kehadiran gugusan bintang mempengaruhi kehidupan manusia yang lahir pada saat itu. Pengamatan yang sudah sedemikian lama itu mengklasifikasikan kelompok manusia berdasarkan kelahirannya yang dihubungkan dengan kemunculan rasi bintang di angkasa. Oleh karena itu para ahli memetakan manusia-manusia dengan simbol-simbol yang disebut simbol matahari (sun zodiac/horoscope symbols) dan ada juga yang menyebutnya dengan sibol-simbol planet (planetary horoscope symbols). Berikut adalah simbol-simbol yang dimaksud:

zodiac symbols

Ternyata, Bangsa Batak purba juga sudah mengenal kelahiran manusia yang dikaitkan dengan simbol-simbol astrology. Karakter manusia dikelompokkan berdasarkan bulan kelahiran yang terdiri dari 12 bulan. Simbol-simbol kelahiran itu juga berdasarkan kehadiran gugusan diangkasa. Maka Bangsa Batak purba menyebutkan 12 simbol zodiac tersebut dengan nama Parmesa atau Pormesa, yang terdiri dari Nituna yang disamakan dengan Aries, Marsaba = Taurus, Mesa = Gemini, Harahata = Cancer, Singa = Leo, Hania = Virgo, Libra = Tula, Martiha = Scorpio, Dano = Sagitaurus, Marhara = Capricornus, Martumba = Aquarius, Mena = Pisces.

Demikian getolnya manusia mencari tau tentang dirinya sehingga segala upaya dan ilmu yang ada dikerahkan agar manusia itu mengenal siapa dirinya. Kemudian indrapun beraksi melalui kesadaran, melihat dan memandang bahwa adajuga dia manusia, mereka manusia, binatang, pepohonan. Kemudian aku melihat ruang, linkungan, alam sekitar, dunia, Alrase, tak terhingga definisinya. Kemudian kesadaranku bertindak mengambil keputusan untuk menempatkan diriku diantara yang tak terdefinisikan itu. Aku menamakannya berbagi dan akupun menjadi bagian dari semuanya.

Demikianlah saudara-saudara manusia, pesan yang saya coba sampaikan kepada kawan-kawan pengunjung untuk saling berbagi antar sesama manusia, berbagi dengan fauna, berbagi dengan flora, berbagi dengan ruang, berbagi dengan lingkungan, berbagi dengan alam sekitar, berbagi dengan dunia, berbagi dengan Alrase, untuk mengejar ketertinggalan yang sudah dilampaui oleh perjalanan waktu.