Saudara-saudara, pemuda pemudi Indonesia, marilah kita menyanyikan Lagu Wajib Nasional, sambil merenungkan semangat pemuda pemudi mengawali terbentuknya Negara Republik Indonesia. Cintailah Tanah Airmu Tanah Air Indonesia, cintailah bangsamu Bangsa Indonesia, cintailah bahasamu, Bahasa Indonesia. 

Mari kita nyanyikan, satu… dua… tiga………………

 Satu Nusa Satu Bangsa – Lirik Lagu Wajib Nasional

Pencipta Lirik dan Lagu : L. Manik

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita

Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya
 

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta

Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

Mari kita sebutkan Sumpah Pemuda:

sumpah pemuda

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928. 

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua :                       Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua :            R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris :                Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara :               Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I :              Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II :             R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III :            Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV :            Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V :             Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :

Abdul Muthalib Sangadji, Purnama Wulan, Abdul Rachman, Raden Soeharto, Abu Hanifah, Raden Soekamso, Adnan Kapau Gani, Ramelan, Amir (Dienaren van Indie), Saerun (Keng Po), Anta Permana, Sahardjo, Anwari, Sarbini, Arnold Manonutu, Sarmidi Mangunsarkoro, Assaat, Sartono, Bahder Djohan, S.M. Kartosoewirjo, Dali, Setiawan, Darsa, Sigit (Indonesische Studieclub), Dien Pantouw, Siti Sundari, Djuanda, Sjahpuddin Latif, Dr.Pijper, Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken), Emma Puradiredja, Soejono Djoenoed Poeponegoro, Halim, R.M. Djoko Marsaid, Hamami, Soekamto, Jo Tumbuhan, Soekmono, Joesoepadi, Soekowati (Volksraad), Jos Masdani, Soemanang, Kadir, Soemarto, Karto Menggolo, Soenario (PAPI & INPO), Kasman Singodimedjo, Soerjadi, Koentjoro Poerbopranoto, Soewadji Prawirohardjo, Martakusuma, Soewirjo, Masmoen Rasid, Soeworo, Mohammad Ali Hanafiah, Suhara, Mohammad Nazif, Sujono (Volksraad), Mohammad Roem, Sulaeman, Mohammad Tabrani, Suwarni, Mohammad Tamzil, Tjahija, Muhidin (Pasundan), Van der Plaas (Pemerintah Belanda), Mukarno, Wilopo, Muwardi, Wage Rudolf Soepratman, Nona Tumbel. 

Catatan :
1. Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu”Indonesia Raya” gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya. 

2. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong. 

3. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie

Sebelum kita tutup acara ini, kita menyanyikan Lagu Wajib penutup berjudul:

Bangun Pemuda Pemudi

Karangan / Ciptaan : A. Simanjuntak

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

Terimakasih saudara-saudari, pemuda-pemudi Indonesia. Lanjutkan perjuanganmu …. Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

Back home again to see more>>>