TURUT BERDUKACITA KEPADA KORBAN TEWAS PADA GEMPA BUMI TASIK MALAYA DAN TURUT PRIHATIN KEPADA KORBAN LUKA-LUKA SERTA YANG KEHILANGAN HARTA BENDA, SEMOGA TUHAN MEMBAWAKAN BERKAH DIBALIK MUSIBAH YANG MENDERA

Lempengan Gempa. Sumber: http://erabaru.net

Lempengan Gempa. Sumber: http://erabaru.net

Pada sekitar pukul 14:55 WIB, Rabu 2 September 2009 telah terjadi gempa bumi tektonik di Tasik Malaya Jawa Barat dengan pusat gempa terjadi di laut selatan Pulau Jawa sekitar 142 km dari kota Tasik Malaya. Goncangan gempa yang berskala 7,3 Skala Richter (SR) juga mengguncangkan Kota Jakarta sehingga Jakarta menjadi gempar dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Gempor. 

Guncangan gempa ini menjadi bencana di 11 kabupaten-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang merusakkan gedung-gedung dan sejumlah korban tewas dan luka-luka dan terjadi eksodus ribuan orang mengungsi menyelamatkan diri. 

Entah apa yang ada di benak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan belum memerlukan bantuan dunia internasional untuk menangani kerusakan akibat gempa yang terjadi. “Sampai saat ini, pemerintah bisa menangani sendiri dengan sumber daya yang ada di tingkat nasional,” kata Presiden seusai mengunjungi Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Cianjur, Jabar, Kamis (3/9) siang tadi. Berita ini dikutip dari KOMPAS.COM

Memang aneh presiden kita ini ! Indonesia adalah Negara yang masuk dalam organisasi Dunia seperti PBB dan mungkin juga sebagai anggota organisasi dunia lainnya dimana badan dunia ini mempunyai badan-badan yang mengurusi bantuan sosial untuk Negara yang terkena bencana dan itu menjadi kewajiban badan dunia tersebut untuk memberikan bantuan kepada Negara anggotanya. Apakah pernyataan ini menunjukkan kesombongan Indonesia terhadap Negara-negara internasional? Apakah Indonesia sudah tidak menjadi anggota PBB? Apakah Indonesia sebaliknya tidak mau bantu bila negera lain mengalami bencana juga? Apakah Indonesia sudah tidak bergaul lagi dengan Negara-negara lain sehingga tidak memerlukan rasa iba dari Negara lainnya? 

Bencana alam bukanlah aib yang merendahkan martabat bangsa Indonesia apabila menerima bantuan sosial dari Negara-negara yang turut prihatin, dan itulah wujud kebersamaan antar sesama manusia. Apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap haram bantuan dari Negara lain? Sungguh sombong pernyataan presiden ini dan mungkin kebanyakan rakyat tidak menyetujui pernyataan ini terutama yang tertimpa musibah tentu memerlukan uluran tangan untuk membantu mereka, mengapa pula seorang presiden mengambil hak mereka?.

Disamping pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyedihkan itu, ternyata banyak juga kelompok rakyatnya yang melakukan penjarahan pada korban-korban gempa. Memang bangsa ini sudah banyak yang EDAN. 

Data yang terhimpun sampai saat ini adalah: 

Jumlah rumah yang roboh dan rusak 32.277 buah:

  • Rumah roboh dan rusak berat: 13.774
  • Rumah rusak ringan: 17.753
  • Sekolah: 367
  • Tempat ibadah: 353
  • Unit kantor: 30

Mengungsi 3.118 orang:

  • Tasik 450 orang,
  • Kuningan 180 orang,
  • Cilacap 2.388 orang

Korban-korban:

  • Tewas 57 orang: 2 Bogor, 2 Sukabumi, 21 Cianjur, 9 Kab. Bandung, 10 Garut, 9 Tasik Malaya, 4 Ciamis.
  • Luka Berat:
  • Luka Ringan:

Nama-nama Korban Tewas:

  • Sahrijo (70), warga Peundeuy, Garut
  • Devi, anak kedua dari Saefulloh, Desa Babakan Caringin-Cianjur.
  • Aldi, anak bungsu dari Saefulloh, Desa Babakan Caringin-Cianjur.
  • Elis (25), anak dari Ocad, Desa Babakan Caringin-Cianjur.
  • Reki (10), anak dari Ocad, Desa Babakan Caringin-Cianjur.
  • Yuyus (73), warga Desa pamalayan, Kec. Cikelet
  • Amud (55) warga Desa Nalayan, Kec. Cikelet
  • Novi Susilawati (16) warga Kampung Pangaweran, Desa Pamayan, Kec. Cikelet
  • Tety (13), warga Desa Nalayan, Kec. Cikelet
  • Mamah (80) Warga Desa Neglasari, Kec. Cisompet
  • Ceti bin Ade (15), warga Pabuaran, Desa Mancagahar, Kec. Pameungpeuk
  • Iat (80), warga Desa Manadala Kasih, Kec. Pameungpeuk
  • Nuryani (25), warga Cianjur Selatan
  • Diah (40), warga Kampung Babakan Sianjur

Catatan: Masih banyak korban yang dinyatakan hilang dan banyak pula kemungkinannya tewas.

Dikutip dari berbagai sumber

Selanjutnya nlihat Catatan Gempa Terbaru

Back home again to see more>>>