Update catatan Gempa Terbaru di Indonesia, Klik >>>Disini<<<

BREAKING NEWS:

Saat breaking news ini diketik 16 Oktober 2009, barusaja terasa adanya gempa di Jakarta sekitar pukul 16:55 WIB (di Jakarta). Berdasarkan data USGS Gempa berkekuatan 6,5 SR dan berada pada 6,692 derajat Lintang Selatan dan 105,153 Bujur Timur, sekitar 185 km tenggara Jakarta, 135 km selatan Teluk Betung, 42 km Barat daya Ujung Kulon pada kedalaman 55,6 km. Bagi wilayah yang mengalami kerusakan atau kemungkinan adanya korban agar segera dilaporkan kepada instansi yang terkait. 

 
 
 
 
 

Gempa Ujung Kulon 6,5 SR Pukul 16:52 WIB di Epicenter

Gempa Ujung Kulon 6,5 SR Pukul 16:52 WIB di Epicenter

Anda ingin tau kejadian gempa di seluruh dunia dalam 7 hari terakhir? Click di sini USGS (U.S. Geological Survey Earthquake Hazards Program)

Breaking News: Senin 5 Oktober 2009 pukul 19:51:02 masih terjadi gempa di Sumatra Barat di kordinat 0.815°LS, 99.839°BT dengan kekuatan 4,9 SR berjarak 60 Km arah Timur Laut Kota Padang pada kedalaman 91,1 Km.

Sementara di Aceh terjadi juga gempa berkekuatan 4,5 SR tanggal 3 Oktober 2009 pada pukul 18:52:33 WIB, 120 Km tenggara Aceh pada kordinat 4.864°LU, 96.192°BT di kedalaman 35 km.  KITA HARUS TETAP WASPADA.

================================

Bangunan Runtuh - Gempa 7,6 Sumbar; Liputan6.com

Bangunan Runtuh - Gempa 7,6 Sumbar; Liputan6.com

 
BERITA KEPADA KAWAN – Ebiet G Ade
 
  • Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
  • Sayang engkau tak duduk disampingku kawan
  • Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
  • Ditanah kering bebatuan O o o o oh…

 

  • Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
  • Hati bergetar menampak kering reruntuhan
  • Perjalanan inipun seperti jadi saksi
  • Gembala kecil menangis sedih o o o o oh…

 

  • Kawan coba dengar apa jawabnya
  • Ketika kutanya mengapa…
  • Babak ibunya t’lah lama mati
  • Ditelan bencana tanah ini

 

  • Sesampainya di laut ku kabarkan semuanya
  • Kepada karang kepada ombak kepada matahari
  • Tetapi semua diam tetapi semua bisu
  • Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

 

  • Barangkali disana ada jawabnya
  • Mengapa ditanahku terjadi bencana
  • Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita
  • Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
  • Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
  • Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Demikianlah lirik lagu yang bergema disebuah stasiun-TV Swasta sewaktu artikel ini diketik. Dengan hanya mendengar lirik-lirik ini, suasana hati membayangkan kejadian gempa bumi yang terjadi di Sumatra Barat. Sudah sedemikian banyak kejadian bencana terjadi di Indonesia dan terkadang kita tidak mau menyikapi apa yang ada dibalik semua musibah yang terjadi. Alam murka……

Kita sudah diingatkan berulang-ulang dengan kejadian-kejadian alam yang terjadi. Barusaja tanda alam terjadi dengan Banjir Bandang di Mandailing Natal yang menelan banyak korban namun luput dari perhatian yang menasional karena bertepatan dengan kejadian sang pembunuh maut Nurdin M Top yang mati tertembak dalam penyergapan oleh satuan Densus 88. Bencana ini masih berbatasan dengan kejadian gempa di Pariaman ini, dan sebelumnya sudah berulang kali gempa di kawasan ini dalam dua tahun belakangan, namun kejadian tersebut selalu menutup mata kita untuk bersikap adail antar sesama ciptaan, alam dan manusia.

Hari ini, Kamis 1 Oktober 2009 sekitar pukul 08:45 WIB sehari setelah gempa di Pariaman, barusaja terjadi lagi gempa bumi di Propinsi Bengkulu dengan kekuatan gempa 7 SR, pada pusat gempa 244°LS, 151° BT sekitar 54 Km dari Muko-muko dan Sungai Penuh Bengkulu? dikedalaman 10 Km  Belum diketahui berita selanjutnya. Sungguh Alam memang sudah murka….

Ada yang lain dari kejadian gempa di Sumatra ini yaitu pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Kalau sewaktu terjadinya gempa tasik, beliau membuat pernyataan yang tidak membutuhkan sumbangan bencana dari negara-negara lain karena Indonesia katanya dapat menanggulanginya sendiri dan beliau ada memang secara pribadi menyumbang sebesar 5 miliar rupiah, namun kali ini, setelah beliau pulang dari perjalanannya di AS langsung membuat pernyataan bahwa bersedia menerima sumbangan bantuan dari negara-negara sahabat. Suatu perubahan luar biasa mampu beliau lakukan keluar dari kesombongannya. Thank you Sir !

Dana yang sudah tersedia untuk penanggulangan Gempa Sumatra ini ada diberitakan sekitar 1 triliun  rupiah, mudah-mudahan dapat tersalurkan untuk perbaikan fasilitas umum yang sudah hancur dan aliran sumbangan lainnya yang masih terus berjalan diharapkan dapat memulihkan luka mendalam bagi masyarakat yang terkena musibah. Silahkan menyumbang …..

Sudah ada bantuan dari Singapura, Rusia, Amerika Serikat mengalokasikan $3 miliar termasuk untuk bantuan bencana Tsunami di Samoa, UNICEF, Australia, Jepang, Arab Saudi, Swiss, Jerman, Inggris, Korea Selatan ….. Nilai bantuan sudah menjapai 400 juta dollar.

Sumbangan yang terkumpul oleh Metro TV sudah mencapai 6 miliar 40 juta rupiah per tanggal 2 Oktober 2009. Masyarakat Indonesia di luar negri seperti di Australia dan di negara lain turut menyumbangkan bantuan.

TURUT BERDUKA, BERSEDIH, TRENYUH, NAMUN TAK TAU MAU BILANG APA…. MUNGKIN HANYA BERTANYA PADA RUMPUT YANG BERGOYANG

Gempa yang mengadukaduk Sumatra

Gempa yang mengadukaduk Sumatra

Gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang Sumatra Barat pada sore Rabu tanggal 30 September 2009 WIB dengan pusat gempa di laut sejarak sekitar 57 Km dari Kota Pariaman 0,84° LS 0,99,65° BT, dan kemudian disusul gempa susulan yang cukup besar sekitar 6,2 SR. Para ahli mengatakan bahwa gempa ini dari jenis Intra-plate fault dimana pantai barat sumatra merupakan zona patahan utama (major geological fault zone)

Data sementara korban meninggal dunia mencapai lebih 1.117 per tanggal 16 Oktober orang belum termasuk yang luka-luka dan mungkin masih ada yang belum ditemukan. Menurut laporan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) korban sudah mencapai 1.100-an orang. Sekitar 20.000 gedung dan rumah mengalami rusak.

Kota Pariaman dan Kota Padang berada disekitar pantai barat Lautan Hindia sehingga ribuan masyarakat berhamburan keluar karena takut ada terjadinya tsunami. Komunikasi ke tempat kejadian lumpuh baik komunikasi telekomunikasi maupun jalan darat dari Sumatra Utara dan Riau karena terjadi juga tanah longsor. Penerangan PLN banyak yang rusak dan suasana diiringi hujan. 

Di Pulau Sumatra selama 100 tahun kebelakang sudah terjadi sekitar 200 kali gempa besar dan merusak. Pantai barat Sumatra dari mulai pantai di selat Sunda sampai Aceh memang berada di jalur gempa yang disebut ring of fire sehingga sangat rawan terjadinya gempa. 

Dua tahun terakhir sebenarnya sudah banyak tanda-tanda bencana yang akan menimbulkan korban. Apakah ini sudah menjadi perhatian pemerintah terkait, masih banyak dipertanyakan karena akibat seringnya terjadi aktivitas gempa tentu saja mengakibatkan kerawanan terhadap rubuhnya gedung-gedung, sehingga pada kejadian gempa saat ini menjadi sangat merusak. Berikut catatan beberapa kejadian gempa 2 tahun belakangan ini: 

6 Maret 2007, Pukul 10.49 WIB, Wilayah Sumatera  kembali diguncang gempa tektonik. Pada pukul 10:49:41 WIB gempa mengguncang wilayah  Padang, Sumatera Barat. Menurut informasi dari BMG, gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter dengan pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,55 derajat LS dan 100, 47 derajat BT, pada kedalaman 33 km dan berjarak 16 km barat daya Batusangkar, Sumatera Barat. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena terjadi di darat. Gempa di patahan Semangko di Sumatera Barat seperti ini pernah terjadi pada 1926, 1942, dan 2004. 

Sementara menurut pusat pengamatan gempa bumi USGS, Amerika Serikat, pusat gempa berkekuatan 6,3 pada skala Richter ini  berada pada koordinat 0,536 derajat LS dan 100, 498 derajat BT pada kedalaman 30 km, berjarak 50 km timur laut Padang, Sumatera Barat. Guncangan gempa terasa di Riau dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) bahkan hingga Singapura dan Malaysia. 

17-18 Mei 2007 Pasaman Barat, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota Padang gelombang pasang setinggi 3 m tidak ada laporan korban jiwa, 1.000-an warga mengungsi 229 rumah rusak berat, 33 perahu rusak, 1 tempat pelelangan ikan rusak berat, 8 kolam ikan rusak, 1 puskesmas rusak, ratusan rumah terendam air laut setinggi 1 m, 494 rumah rusak di Nagari Tuku Selatan. 

27 Sep 2007, terjadi gempa bumi di Pantai Barat Sumatra dengan korban-korban: 

  • Meninggal sebanyak 25 orang yaitu 15 di Bengkulu dan 10 orang di Sumatra Barat.
  • Luka berat 41 orang yaitu 12 orang di bengkulu dan 29 orang di Sumatra Barat.
  • Luka ringan 51 orang diantaranya 26 orang di Bengkulu dan 25 orang di Sumatera Barat.
  • Kerusakan fasilitas terjadi di 3 propinsi diantaranya Propinsi Bengkulu (7 kab/kota), Jambi (1 kab) dan Sumatera Barat (9 kab/kota) dengan rincian sebagai berikut kerusakan:
    1. Provinsi Bengkulu (Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Muko-Muko, Seluma, Kepahiyang, Lebong dan Kaur): 7.050 unit rumah roboh, 10.522 unit rusak berat dan 35.041 unit rusak ringan. Selain itu ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana umum lainnya mengalami kerusakan.
    2. Provinsi Jambi (Kerinci) : 8 unit rumah rusak berat dan 63 unit
      rusak ringan.
    3. Provinsi Sumatera Barat (Kota Padang, Pesisir Selatan, Solok,
      Padang Pariaman, Kep. Mentawai, Agam, Solok Selatan, Kota Pariaman dan Kota Payakumbuh) : 10.915 unit rumah rusak berat, 10.505 unit rusak sedang dan 14.392 unit rusak ringan. Selain itu ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana umum lainnya mengalami kerusakan. 

25 Februari 2008 pukul 15.36 WIB, terjadi bencana gempa bumi tektonik di Sumatra Barat dengan kekuatan gempa 7,2 SR pada kedalaman 10 km, pusat gempa berlokasi di 165 km Barat Daya Kab. Muko Muko Prov. Bengkulu. Gempa ini menyebabkan kerusakan di 2 kabupaten yaitu Kab. Kep. Mentawai : Desa Sikakap Kec. Pagai Utara Selatan, Desa Simanganyak dan Desa Matobe Kec. Pagai Utara serta Kec. Sipora. Kab. Pesisir Selatan:  Kec. Painan. Gempa susulan terjadi 5 kali dengan kekuatan gempa berkisar antara 5,0 – 7,0 SR pada  kedalaman 20 – 52 km. 

26 Januari 2009 (Senin) pada pukul 12.23 WIB terjadi gempa berkekuatan 5,2 SR berada pada 127 Km di dasar laut di 34 Km pada 0.01 Lintang Selatan dan 99.89 Bujur Timur wilayah barat daya Lubuk Sikaping Sumatra Barat. 

17 April 2009, Gempa berkekuatan 5,3 skala richter mengguncang wilayah Pagai Selatan, Mentawai, Sumatera Barat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika gempa ini berpusat pada 43 kilomter barat daya Pagai Selatan dan 80 kilometer tenggara Pagai Utara pada kedalaman 10 kilometer. Sebelumnya gempa dengan kekuatan 5,3 skala richter juga terjadi di wilayah yang sama pada pukul 03.42 WIB. 

16 Agustus 2009 – Gempa berkekuatan 6,9 SR pada 16 Agustus 2009 yang terjadi mulai pukul 14.38.22 WIB di Sumatera Barat dan sekitarnya, mengakibatkan sepuluh orang luka. Gempa yang terjadi membuat sepuluh warga Sumatera Barat itu terkena luka dan sedikit kerusakan gedung di Padang.

19 September 2009 (Sabtu) 17:50 WIB terjadi gempa berkekuatan 5,1 SR berada di 0,70 derajat Lintang Utara (LU) dan 99,91 derajat Bujur Timur (BT) , lokasi ini ada di 42 kilometer tenggara Kota Panyabungan Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal Sumut yang berbatasan dengan Sumatra Barat.

Runtuhan bangunan - Gempa 7,6SR Sumbar; Liputan6.com

Runtuhan bangunan - Gempa 7,6SR Sumbar; Liputan6.com

Lebih lanjut, lihat Catatan Gempa Terbaru

  Back home again>>>