Gus Dus – K.H. Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI ke-4 meninggal dunia hari ini di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, 30 Desember 2009 (69 tahun):

Gus Dur semasa muda; sumber Wikipedia

Biodata:

  • Nama: Abdulrahman Wahid (lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil yang berarti ‘sang penakluk, sang pendobrak’.
  • Lahir: 7 September 1940 (4 Sya’ban = kalender Islam) 1940
  • Tempat Lahir: Jombang – Jawa Timur
  • Kakeknya: K.H. Hasyim Ashari (Pendiri NU)
  • Ayah: K.H. Wahid Hasyim (menteri Agama 1949)
  • Ibu: Solichah
  • Istri: Shinta Nuriyah
  • Anak: 1. Alissa Qotrunnada, 2. Zannuba Arrifah Chafsoh (Yenny), 3. Anita Hayatunnufus, 4. Inayah Wulandari

Gus Dur pernah mengaku sebagai seorang keturunan Tionghoa. Dia mengaku sebagai keturunan Tan Kim Han yang menikahi Tan A Lok seorang saudara kandung Tan Eng Hwa (Raden Patah)  pendiri Kesultanan Demak. Tan A Lok dan Tan Eng Hwa adalah keturunan putri Tiongkok – Putri Campa – yang menjadi selir Raden Brawijaya-V, sementara Tan Kim Han adalah Syekh Abdul Qodir Al-Shini (berdasarkan penelitian ahli Perancis bernama Louis – Charles Damais). 

Pendidikan:

  • SD: 1949, SD KRIS, pindah ke SD Matraman Perwari
  • SMP: 1954, tidak lulus, dipindahkan ke Jogjakarta, lulus SMP 1957.
  • Pesantren: 1957, Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo Magelang. Sebagai murid berbakat dan lulus dalam 2 tahun (normal 4 tahun).
  • Pesantren: 1959, Pesantren Tambakberas – Jombang.
  • Universitas: Nop. 1963, beasiswa dari Kementrian Agama, kuliah di Universitas Al Azhar – Kairo, Mesir (Kelas remedial bahasa Arab). 1965 menolak metode belajar di universitas. 1966 harus mengulang belajar di Universitas Al Azhar.
  • Universitas: 1966, beasiswa ke Universitas Baghdad di Turki. Selesai kuliah tahun 1970.
  • Universitas: 1970, melanjut ke Universitas Leiden – Belandan. Merasa kecewa karena Universitas Baghdad tidak diakui lalu berlanjut ke Jerman dan Perancis dan kembali ke Indonesia tahun 1971.

Kegiatan dan Karir:

  • 1959 memulai karir sebagai guru dan kemudian menjadi Kepala Sekolah Madrasah.
  • Sebagai Jurnalis Majalah Horizon dan Budaya Jaya
  • 1964, Aktif dalam Asosiasi Pelajar Indonesia di Mesir.
  • 1965, dipercaya untuk melakukan investigasi terhadap pelajar universitas untuk pandangan politik, dan diminta untuk menyusun laporannya.
  • 1966, Aktif dalam Asosiasi Pelajar Indonesia di Baghdad dan juga menulis di majalah Asosiasi Pelajar.
  • 1971, bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Kontributor utama Majalah Prisma yang didirikan oleh LP3ES.
  • Jurnalis di Majalah Tempo dan koran Kompas, sambil mencari tambahan penghasilan dengan berjualan kacang dan membantu bisnis istri berjualan Es-lilin.
  • 1974, mendapat pekerjaan tambahan sebagai guru pesantren di Pesantren Tambakberas – Jombang. Kemudian meningkat menjadi guru Kitab Al Hikam.
  • 1977, bergabung dengan Universitas Hasyim Ashari sebagai Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam.
  • Bergabung sebagai Dewan Penasehat Agama NU.
  • 1982, Aktif berkampanye pada Pemilu Legislatif untuk PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Tahun ini turut mereformasi keorganisasian NU.
  • 1983, Menyimpulkan bahwa NU harus menerima Pancasila sebagai Ideologi Negara.
  • 1984, terpilih sebagai Ketua NU.
  • 1987, menjadi Anggota MPR mewakili Golkar.
  • 1991, menolak masuk oraganisasi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) uang diketuai oleh BJ. Hbibie, termasuk didalamnya Amien Rais dan Nurcholis Madjid, sebagai dukungan terhadap Soeharto (Presiden-RI ke-2), dan menuduh organisasi ini sebagai ‘sektarianisme’.
  • 1991, mendirikan Forum Demokrasi sebagai tandingan ICMI. Forum ini sering dihalang-halangi oleh rezim Soeharto menjelang Pemilu Legislatif 1992.
  • 1994, menerima kunjungan kontoversial ke Israel.
  • 1994, menjelang Munas NU, rezim Soeharto melalui Habibie dan Harmoko menghalang-halangi terpilihnya kembali sebagai Ketua NU untuk ketiga kalinya.
  • 1998, menyetujui pembentukan partai baru oleh NU yaitu PKB (Partai Kengangkitan Bangsa) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat.
  • 1999, 20 Oktober, terpilih sebagai Presiden RI ke-4 s/d 23 Juli 2001.
  • 2000, melakukan kunjungan luar negeri ke Swiss, Arab Saudi, Inggris, Prancis (2), Belanda, Jerman, Italia, India, Korea Selatan, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, Afrika Selatan, Kuba, Meksiko, Hong Kong, Amerika, Jepang, Iran, Pakistan, Mesir.
  • 2000,  Hubungan Gus Dur dengan TNI memburuk karena TNI mempersenjatai Laskar Jihad untuk membantu kaum Muslim yang bertikai dengan kaum Kristen di Maluku.
  • 2000, September – Gus Dur menyatakan ‘Darurat Militer’ di Maluku karena situasi semakin memburuk karena Laskar Jihad dipersenjatai oleh TNI dan dicurigai didanai oleh Fuad Bawazir.
  • 2000, September – Gus Dur membuat pernyataan diperbolehkan Bendera Bintang Kejora (Irian Jaya – Papua Merdeka) dikibarkan asal dibawah bendera Merah Putih. Akibatnya banyak tekanan politik kepada Gus Dur.
  • 2000, Nopember – 151 DPR menandatangani petisi sebagai ‘impeachment’ terhadap Gus Dur.
  • 2000, 24 Desember – terjadilah pemboman gereja-gereja di Jakarta dan delapan kota-kota di Indonesia.
  • 2000, juga terjadi Buloggate yang melibatkan $4 juta menghilang dari kas Bulog, yang dituduhkan bahwa ‘tukang pijit’ disuruh Gus Dur mengambil uang ke Bulog.
  • 2000, juga terjadi Bruneigate yang melibatkan $2 juta merupakan sumbangan Sultan Brunei yang dituduhkan disimpannya sendiri.
  • 2001, Januari – mengumumkan Tahun Baru Cina (Imlek) menjadi hari libut, dan mencabut larangan penggunaan huruf Tionghoa.
  • 2001, mengusulkan agar TAP MPRS No. XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme dicabut. Issu oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia – Ribbhi Awad – bahwa ia berusaha membuka hubungan diplomat dengan Israel. Issu lain bahwa Gus Dur memiliki keanggotaan di Yayasan Shimon Peres (Israel).
  • 2001, berkunjung ke Afrika Utara, Arab Saudi (naik haji), terakhir ke Australia.
  • 2001, Gus Dur mencopot Mentri Kehakiman dan HAM – Yusril Ihza Mahendra karena membuat pernyataan agar Gus Dur mengundurkan diri. Gus Dur juga melakukan resuffle kabinet karena banyak konflik dengan para mentri di kabinet.
  • Menkopolsoskam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak menyatakan ‘darurat militer’ desakan Gus Dur sehingga ia diberhentikan dari jabatannya.
  • 2001, 20 Juli – Amien Rais menyatakan diadakannya Sidang Istimewa MPR untuk tujuan Gus Dur mundur diri.
  • 40.000 pasukan TNI beserta dengan tank menuju ke Istana Presiden untuk unjuk kekuatan.
  • Gus Dur mengeluarkan ‘dekrit’ presiden berisi 1. Pembubaran MPR, 1. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mempercepat diadakannya pemilu dalam waktu satu tahun, 3. Pembekuan Golkar.
  • 2001, 23 Juli – MPR menjatuhkan Impeachment dan menggantikan Gus Dur dengan Megawati Soekarno Putri sebagai presiden pengganti.
  • 2001, 25 Juli – Gus Dur berangkat ke Amerika Serikat untuk berobat.
  • 2004, gagal sebagai calon presiden dukungan PKB karena alasan kesehatan. Akhirnya SBY-JK menjadi presiden dan wakil presiden dalam pemilihan langsung.
  • 2005, sebagai salah satu pemimpin koalisi (Gus Dur, Try Sutrisno, Wiranto, Akbar Tanjung, Megawati) menentang kebijakan-kebijakan fundamental SBY seperti kenaikan BBM.

Penghargaan-penghargaan:

  1. 1993, Community Leadership – Ramon Magsaysay Award.
  2. 2004, 10 Maret – ‘Bapak Tionghoa’ oleh tokoh-tokoh Tionghoa Semarang dari klenteng Kay Tak Sie, Gang Lombok – Pecinan – Semarang.
  3. 2006, 11 Agustus – Pejuang Kebebasan Pers 2006 oleh Aliansi Jurnalistis Independen (AJI – Tasrif Award).
  4. Simon Wiethemthal Center – bergerak dibidang Penegakan Hak Azasi Manusia.
  5. Mebal Valor – Los Angeles, Pembela Kaum Minoritas (Konghucu Indonesia).
  6. Universitas Temple – penyematan namanya pada kelompok study ‘Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study’

Gelar Kehormatan:

  1. Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Thammasat University, Bangkok, Thailand (2000).
  2. Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand (2000).
  3. Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Sorborne University, Paris, Perancis (2000).
  4. Doktor Kehormatan dari Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand (2000).Doktor Kehormatan dari Twente University, Belanda (2000).
  5. Doktor Kehormatan dari Jawaharlal Nehru University, India (2000).
  6. Doktor Kehormatan dari Soka Gokkai University, Tokyo, Jepang (2002).
  7. Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Netanya University, Israel (2003).
  8. Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Konkuk University, Korea Selatan (2003).
  9. Doktor Kehormatan dari Sun Moon University, Korea Selatan (2003).

Selamat jalan Gus Dur – Pejuang Agama, Pejuang Reformasi, Pejuang Demokrasi – seorang Negarawan dan Kusuma Bangsa.

Sumber Utama: Wikipedia.