Sang Dewa, Prahlad Jani-mataji

“Saya merasa tak perlu makan dan minum,” demikian disebutkan oleh Prahlad Jani yang saat ini April 2010 hampir berusia 83 tahun. Prahlad Jani adalah  seorang pertapa yang tinggal di gua dekat Kuil Ambaji di Gujarat India. Para pengikutnya menyebutnya sebagai dewa (mataji). 

Pada usia 7 tahun dia meninggalkan rumah untuk mencari pengembangan spiritualnya dan dia mengakui bahwa sejak berusia 11 tahun telah diberkati oleh seorang dewa. Sejak saat itu dia mampu mendapatkan makanan dewa yang masuk melalui lubang dari hidung di rongga mulutnya sehingga dia tidak perlu buang air atau berak. Dia mengakui mendapat mujijat makanan dewa melalui rongga hidung dimulutnya itu sehingga tak perlu makan dan minum untuk tetap hidup. 

Setiap harinya Prahlad Jani melakukan semedi dengan nyepi, lepas dan tekad tingkat tinggi. Dia katakana bahwa dia tidak bicara selama 45 tahun. 

Prahlad Jani, Sterling Hospitals in Ahmedabad on April 26, 2010.

Pada Nopember 2003 setelah lebih dari setahun dibujuk, akhirnya dia mau berpartisipasi untuk tujuan riset studi ilmupengetahuan. Sebanyak 21 orang ahli riset medis yang dikepalai oleh Dr. Sudhir V Shah melakukan pengamatan 24 jam terus menerus selama 10 hari di RS Sterling di Ahmedabad. Para ahli adalah untuk bidang cardiology, neurology, urology, gastroenterology, ophthalmology, renal function, pulmonary function, ENT analysis, psychiatry, general medicine, and other spesialis lain. Kesimpulan dari hasil pengamatan para ahli tersebut dinyatakan sebagai ‘Misteri Takterpecahkan’ dan apa yang disebut oleh Prahlad Jani adalah tak terbantahkan. 

Jalannya pengamatan dilakukan dengan menempatkan Prahlad Jani ke ruangan ICU selama 24 jam pertama. Sembilan hari berikutnya dia ditempatkan di ruangan khusus berkaca dan tanpa toilet. Ruangan itu dilengkapi dengan kamera video secara terus menerus memonitor. Beberapa orang ditempatkan untuk mendampingi Prahlad Jani untuk memastikan bahwa dia tidak makan, tidak minum, atau buang air atau berak. 

Untuk meyakinkan para periset bahwa dia tidak tersentuh air maka dia setuju untuk tidak mandi selama pengamatan tersebut. Dia diijinkan diberi air untuk kumur-kumur yang kemudian dikeluarkannya kedalam bokor ukur untuk memastikan tak ada yang terminum. Ada terdengan bunyi (ultrasound) yang keluar dari perut Prahlad Jani 2 x sehari menunjukkan bahwa memang ada akumulasi kencing tanpa mengeluarkan kencingnya. 

Pada hari ke-10 akhir pengamatan, tim dokter memastikan tak ada makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Prahlad Jani. (Pada dasarnya seseorang tak mampu bertahan bila tak minum lebih dari 5 hari). Tim menyimpulkan bahwa tak ada penurunan kesehatan Prahlad Jani selama pengamatan. Menurut Dr. Dinesh Desai –perwakilan Rumah Sakit- bahwa dari serangkaian hasil test bahwa mekanisme tubuhnya tetap seperti orang normal. Maka hal ini menjadi Misteri yang belum terpecahkan. 

Berikut ini adalah laporan kesimpulan dari tim riset:

  1. Standard Operation Procedure (SOP) memang tegas dilaksanakan
  2. Prahlad Jani tidak mengeluarkan kencing selama 10 hari.
  3. Dia tidak memakan apapun melalui mulut atau saluran lain termasuk tidak minum air selama 10 hari.
  4. Semua parameter tetap dalam batasan yang ditentukan oleh komite.
  5. Prahlad Jani menunjukkan bukti adanya formasi kencing yang sepertinya diserap dari dinding kandung kemih. Dengan demikian, sampai sekarang belum ada penjelasan keilmuan tentang apa yang terjadi. 

Kami heran bagaimana dia mampu bertahan khususnya tanpa membuang kencing selama 10 hari dan tetap dalam kondisi fisik fit. Walau demikian, kami hanya dapat mengatakan kebenaran pengujian untuk 10 hari saja, dan kami tak dapat mengatakan tentang apa yang disebutkan oleh Prahlad Jani mengenai mampu bertahan hidup tanpa makan, tanpa minum, tanpa kencing atau berak selama beberapa tahun. Laporan Studi ini selengkapnya dapat dilihat disini: http://www.amazingabilities.com/amaze5b.html 

Hira Ratan Manek - no food 411 days

Riset studi yang mirip yang juga dikepalai oleh Dr. Sudhir V Shah di RS Sterling, dilakukan kepada Hira Ratan Manek. Hira Ratan Manek mengaku tidak makan sejak tahun 1995. Dia ditempatkan dalam sebuah pengamatan selama 411 hari secara terus menerus. Hira Ratan Manek hanya diberi air matang yang direbus. Hasil studi juga meninggalkan sesuatu yang mengherankan. Dr. Sudhir V Shah melengkapi artikel tentang studi ini diterbitkan di Gujarat Medical Journal – Maret 2001. Laporan Studi ini selengkapnya dapat dilihat disini: http://www.amazingabilities.com/amaze5c.html