July 2010


Selamat malam, selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. Pemirsa: Pidato tanpa teks KSAD Kol. A.H. Nasution di Akedemi Militer Magelang tahun 1958 memperkenalkan konsep jalan tengah, yang menjadi landasan Dwi-fungsi ABRI. Dwi-fungsi ABRI lahir dari kekecewaan TNI (ABRI, red.) terhadap instabilitas politik era demokrasi terpimpin 1959-1966, sekaligus kemenangan TNI (TNI-AD, red.) dalam persaingan melawan presiden Soekarno dan PKI (Partai Komunis Indonesia, Red.). Selama 32 tahun era Orde Baru, Dwi-fungsi ABRI menjamin stabilitas politik dan pembangunan ekonomi, namun dilain pihak ia membelunggu demokrasi. ABRI bekerjasama dengan Golkar (Golongan Karya) dan birokarasi, mengontrol, mendominasi dan menyalahgunakan kekuasaan sesuka hati. Sejak tahun 1998 Dwi-fungsi ABRI tergilas Reformasi. ABRI pun berjanji memperbaiki diri dan berganti nama menjadi TNI.  Kini 12 tahun berlal, sudahkah TNI Menebus Janji? 

Pembukaan acara Mata Najwa yang ditayangkan di Metro TV pada Rabu, 14 Juli 2010 22:49 WIB menjadi menarik untuk disikapi mengingat yang diundang dalam pembahasannya, khususnya dari 3 mantan Jendral TNI, terlihat dua pandangan yang berbeda dan yang perlu mendapat perhatian adalah dua diantaranya mengatakan berintikan perlunya prajurit TNI memiliki hak pilih.  (more…)

Bom Elpiji masih terus berlanjut, sehingga apabila ada ledakan Bom Elpiji maka orang-orang akan terbiasa bertanya; Yang meledak, Bom Elpiji Siapa? Disamping pertanyaan ini mungkin saja pertanyaan berikut muncul kepermukaan: 

PERISTIWA BOM ELPIJI
NO PERTANYAAN JAWABAN
1 Kapankah akan berakhir? ?
2 Mengapa tidak juga berakhir? ?
3 Siapa yang akan mengakhiri? ?
4 Siapa yang merakitnya? ?
5 Bom Elpiji siapa? ?
6 Apa motifnya? ?

Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh masyarakat, tetapi seolah-olah kita tak tau kepada siapa pertanyaan-pertanyaan itu ditujukan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi semakin dramatis saja kejadiannya. 

Kalau ledakan bom-bom yang sebelumnya banyak terjadi di Indonesia yang mereka sebut dengan nama Low Explosive Bomb atau High Explosive Bomb (bom teroris) yang dilakukan oleh para teroris yang beroperasi di Indonesia, sepertinya sudah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di atas. Coba kita jawab dulu pertanyaan yang mirip: (more…)

Jangan Salah Pilih

Booooommmmm!!!!! itulah yang kedengaran ditelinga yang diberitakan setiap hari di media, kemudian berjatuhanlah korban baik harta dan manusia.

Mungkin itulah yang ditakdirkan bagi masyarakat Indonesia bahwa mereka akan selalu mendengar suara Booooommmmm!!!!! dalam bergelut di kehidupannya. Kalau periode sebelumnya suara itu terdengar akibat ulah terorisme yang tentu saja akan menelan korban jiwa dan harta, lalu sekarang ini suara itu diundang oleh pemerintah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, dan malah akan lebih banyak menelan korban jiwa dan harta.

(more…)