Ramalan: Mentawai Tersiratkan, Merapi Kenyataan, SBY disusulkan

 

Fenny Rose

 Barubaru ini kita disuguhkan suara-suara kecaman dari jejaring sosial twitter termasuk pemberitaan hangat di media massa menanggapi tentang ramalan Letusan Gunung Merapi yang ditayangkan oleh RCTI dalam acara Silet oleh Presenter Fenny Rose pada tayangan Minggu, 7 Nopember 2010.

Antara lain Fenny Rose menyatakan dalam acara itu bahwa Yogyakarta adalah kota malapetaka dan pada tanggal 8 November 2010 akan terjadi bencana besar. Sontak saja banyak pihak mengecam pernyataan tersebut tidak pada porsinya dan dinilai meresahkan masyarakat.

 

Tak tanggung-tanggung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun didesak turun tangan untuk memberikan teguran maupun sanksi atas penyiaran atau penyampaian informasi yang seperti ini. Sejalan dengan itupun redaksi Silet mengeluarkan pernyataan maaf: “Segenap tim redaksi Silet memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas pemberitaan Silet edisi 07 November 2010 yang memuat ramalan dan pesan berantai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang prediksi Merapi. Simpati dan doa kami untuk seluruh korban bencana,” demikian pernyataan tersebut.

 

Banyak warga dunia yang mengagumi ramalan-ramalan yang dibuat oleh Notradamus, termasuk bencana akibat teroris terhadap Twin Tower NY Amerika Serikat. Di Indonesia juga dikenal peramal ulung jaman dulu yang masih diyakini keakuratan ramalannya sampai sekarang ini, sebut saja Joyoboyo.

 

Lain halnya dengan peramal jaman dulu dimana ramalannya diterjemahkan setelah sekian ratus tahun kemudian, dan masih diyakini oleh berbagai kalangan sebagai sebuah ramalan yang sahih dan dianggap presisi, para peramal sekarang malah dapat memprediksi ramalan dalam kurun waktu beberapa bulan, termasuk prediksi waktu yang dianggap sangat tepat.

 

Peramal kondang Mama Laurent sebelum wafatnya Mei 2010 pernah menyampaikan terawangannya kepada Permadi (juga peramal) bahwa bakal ada bencana besar melanda Indonesia, dan berpesan agar: “agar masyarakat berjaga-jaga dan hidup selaras dengan alam karena bencana itu terdiri dari keempat unsur dunia, yakni tanah, air, api, dan angin. “Entah itu gunung meletus, banjir, saya tidak tahu,” tambahnya. Demikian berita yang dirilis oleh kompas.com pada Selasa, 18 Mei 2010; 10:38 WIB dengan judul berita ‘Ada Ramalan Mama Lauren Yang Belum Terjadi’. Walaupun Mama Laurent tidak menyebutkan kapan persisnya terjadi, tetapi 5 bulan kemudian seperti belakangan ini terjadi Bencana Wasior, Bencana Mentawai, Bencana Merapi, yang berkaitan dengan tanah, air, api, dan angin.

 

Peramal Permadi yang juga sebagai politisi Partai Gerindra, yaitu pada waktu bersamaan dirilis oleh kompas.com pada Selasa, 18 Mei 2010; 19:52 WIB menyatakan ramalannya saat melayat almarhumah Mama laurent: “Pemerintahan SBY akan selesai antara 2010 dan 2011.”  dengan alasan-alasan prediksinya terhadap pemerintahan SBY yang diyakininya akan berlangsung singkat. Menurutnya, indikator yang ada menunjukkan bahwa pemerintahan SBY kerap diterpa masalah selama enam bulan terakhir.


Kontan saja ramalan ini mendapat kecaman dan salah satunya diungkapkan oleh politisi Partai Demokrat, anggota Komisi-III FPD-DPR –Pieter C Zulkifli-, dengan pernyataan:

“Pernyataan Pak Permadi tidak realistis dan tendensius. Ini juga menunjukkan, pengetahuan politik Pak Permadi sangat meragukan.”  “Saya berharap Pak Permadi tak usah lagi memberikan komentar-komentar yang tidak rasional. Saya ingin mengingatkan, identitas seseorang akan dikenang rakyat karena perbuatan dan pengabdiannya, bukan pernyataannya yang tidak logis,” “Seseorang akan dikenang jika ia dapat memperjuangkan kepentingan rakyatnya, bukan dengan cara berpikir tidak rasional.” “Bukan ramalan-ramalan konyol yang tidak mencerminkan kepribadian bangsa,” cetus Pieter.

 

Memang ramalan Permadi ini, kalau disebutkan sebagai sebuah ramalan, maka ramalan tersebut masih sedang berlangsung terhadap SBY, tetapi indikasinya ada terlihat dengan aksi demo yang dilakukan oleh berbagai komponen rakyat pada tanggal 20 Oktober 2010 dan 28 Oktober 2010 yang lalu. Kita tunggu saja sampai tahun 2011 sebagaimana ramalan Permadi ini.

 

Sebelumnya pada Juni 2006, ramalan Permadi yang meramal Jakarta akan dihantam Tsunami yang lebih besar dari Tsunami Aceh, dan gempa Yogya. Pada saat itu Gubernur DKI adalah Sutiyoso (Bang Yos) menepis mentah-mentah ramalan ini dan tidak mau percaya, dan mengatakan: “Kalau saya yang akan saya percaya harusnya dari BMG, bukan dari paranormal,” cetus Bang Yos kepada detikcom di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (2/6/2006). Bukan hanya Bang Yos, tetapi Gubernur DKI sekarang Fauzi Wibowo pada saat itu masih sebagai Wakil Gubernur mengatakan bahwa dia mengaku tidak mau berandai-andai. Bahkan dia lebih percaya ramalan Mbah Marijan, kuncen Gunung Merapi, selain BMG. “Saya sebagai teknokrat rasa-rasanya lebih cenderung berpegangan pada BMG dan ‘hasil penelitian geologi dan geofisika’ Mbah Marijan,” katanya sambil tersenyum kepada detikcom, Jumat (2/6/2006).

 

Walaupun tidak/belum terjadi Tsunami di Jakarta, tetapi memang ada peristiwa banjir dalam klasifikasi cukup besar di Jakarta belakangan ini. Bagaimana pula tentang Gempa Yogya. Boleh dikatakan bahwa setelah 5 tahun, ramalan itu memang terjadi, walau pada saat ramalan disebutkan tidak ada dinyatakan kapan akan terjadi. 

 
 

Bruder Yanuar Husada

 

 
 

Jan Heuts atau yang lebih dikenal sebagai Bruder Yanuar Husada (72 tahun) asal Belanda yang sudah 45 tahun menjadi biarawan di Pulau Bangka. Walaupun tidak mau mengaku sebagai paranormal, namun ramalannya tentang letusan gunung Merapi dianggap tepat sehingga disebut-sebut sebagai ramalan yang membuat geger. 

 

 

Berangkat dari kegelisahan dan keprihatinan jika tidak diantisipasi dari awal, maka akan memakan banyak korban, Senin (1/11) petang Bruder Yan menghubungi harian ini. “Salam Malaikat. Jika besok kamu ada waktu, mampir ke tempat saya ya,” demikian pesan Bruder Yan dari balik telepon genggamnya.

 

Pada Selasa 2 Nopember 2010, Bruder Yan mengatakan bahwa gunung Merapi akan kembali meletus antara tanggal 4-5 Nopember 2010. Berikut apa yang dikatakannya:

 

“Saya pikir, kalau semua ini tidak benar resikonya saya malu, tapi saya merasa harus menyampaikan ini,” “Semburan letusan mengarah ke empat penjuru, yakni ke Kali Lamat dan Senowo serta dua jalur lainnya mengarah ke sekitar dua kali tersebut. Daya jangkau semburan masing-masing 11 km, 13 km, 12 km dan 20 km untuk yang mengarah ke Kali Lamat dan perasaan saya di sana ada perumahan penduduk,” tuturnya. “Saya tidak tahu harus bagaimana memberitahukannya, tapi kalau ribuan orang harus meninggal karena kejadian itu, saya merasa bersalah,” ungkapnya dengan nada yang mengandung kekhawatiran.

 

Yang disebut oleh Bruder Yanuar Husada memang menjadi kenyataan bahwa terjadi letusan Merapi yang besar pada tanggal 4-5 Nopember 2010 (Jumat), dan memang tepat bahwa semburan itu sampai ke 20 km. Seorang bernama Leonardus Agung Purwoko yang berada 25 km dari gunung Merapi mengirim SMS kepada sebuah harian: “Kami sekarang baru cari selamat. Bruder Yan memang utusan Tuhan. Nuwun.”

 

Ada sesuatu yang unik yang dipetik dari sebuah situs web-blog di alamat http://maridup.multiply.com/journal/item/6/Tahun_Ini_Aku_Khawatir

, bukan sebagai seorang peramal tetapi isi tulisan yang dipaparkan dapat dikatakan sebagai sebuah ramalan yang dapat disebutkan ramalan yang tepat dan masih sedang berlangsung. Tulisan tersebut di-posting pada Rabu, Mei 2010; 05:59 (Subuh)

 

 

Tahun Ini Aku Khawatir

 

Walaupun aku berada di kejadian 13 Mei 1998 yang menenggelamkan kekuasaan Presiden Soeharto dalam sekejap mata, tetapi aku tidak pernah khawatir akan kelangsungan Indonesia berdiri sebagai sebuah negara.

 

Tahun 1999 terutama pada september tanggal 9 diramalkan oleh banyak kalangan akan terjadi banyak kejadian musibah tetapi aku tidak pernah terpaku kepada kekhawatiran yang mendalam.

 

Pada menjelang masuknya awal millenia ke-2 banyak orang mengkhawatirkan terjadinya kekacauan dunia dengan peristiwa yang disebut Y2K atau millenium bug pada detik-detik akhir di 31 Desember 1999, tetapi aku tidak pernah memberikan perhatian yang mengarah kepada kekhawatiran.

 

Banyak orang yang mengaitkan ramalan yang dilakukan oleh Notradamus terutama setelah kejadian 911 oleh aksi teroris yang meruntuhkan Twin Tower pada 11 September 2001, tetapi aku hanya sekejap terkesima pada kejadian itu.

 

Aku juga tidak begitu terkesan kepada sebab akibat pada kejadian Tsunami 26 Desember 2004 yang menewaskan ratusan ribu umat manusia diberbagai negara terutama di Aceh Indonesia.

 

Belakangan banyak juga yang memberikan ramalannya akan kejadian-kejadian yang akan berlangsung berdasarkan ramalan Kitab Wahyu, Numerologis, Anti Christ, semuanya bagiku berlalu begitu saja dan biasabiasa saja.

 

 

TETAPI KALI INI !!! AKU MELIHAT:

 

Pada tanggal 20 Oktober 2010 akan lahir seorang panutan (Sorang Magodang) dari kawasan yang unik, terpinggirkan dalam kenyataan, yang hanya mampu berdiri dibelakang layar. dicibir dalam pergaulan, diakui dalam hati, ditabik dari belakang.

Kelahirannya akan membawa bencana besar bukan saja bagi Indonesia, tetapi dunia akan ikut merana karena dia menyedot segala energi dan kekuatan di dunia.

 

Kelahirannya akan dirayakan dengan guncangan bumi, keruntuhan, tangisan airmata terutama di dekat tempat kelahirannya.

 

Tetangga jauhnya akan merayakannya dengan bola api dan percikannya akan mengenai kepala-kepala manusia dan merekapun akan menangis juga.

 

Rajanya harus turun tahta ditengah jalan karena dia tidak mampu mencucurkan airmata untuk ikut merayankan kepedihan rakyatnya.

 

Dua tahun lebih sehari kemudian dia hanya mampu merangkak diantara puing-puing, mengais tegar diantara tubuh-tubuh lemah lunglai bagaikan zombi.

 

Bahasa sudah tak mampu untuk berkomunikasi. Mata tidak mampu memancarkan sinar. Otot tidak lagi mampu berbuat anarkis.

 

Langkah-langkah gontai, perayaanpun selesai

 

Coba kita telusuri ramalannya:

 

“Pada tanggal 20 Oktober 2010 akan lahir seorang panutan.” Sejak 1928 mahasiswa (pemuda) memanglah menjadi panutan sebagai pelahir sejarah besar bagi Indonesia bahkan sampai sekarang ini. Pemuda menyuarakan menggulingkan presiden, >>> ramalannya kenyataan terjadi.

 

Sorang Magodang (bhs Batak, Lahir Besar) diartikan bukan lahir seperti orok, tetapi lahirnya gerakan pemuda. Tanggal 20 Oktober 2010 memang terjadi Demo Besar, >>> ramalannya kenyataan terjadi.

 

“dari kawasan yang unik, terpinggirkan dalam kenyataan, yang hanya mampu berdiri dibelakang layar. dicibir dalam pergaulan, diakui dalam hati, ditabik dari belakang” Mahasiswa, pemuda, kampus, adalah arti dari kalimat ini, >>> ramalannya kenyataan terjadi.

 

Kelahirannya akan membawa bencana besar bukan saja bagi Indonesia, tetapi dunia akan ikut merana karena dia menyedot segala energi dan kekuatan di dunia. & Kelahirannya akan dirayakan dengan guncangan bumi, keruntuhan, tangisan airmata terutama di dekat tempat kelahirannya. Setelah kelahiran 20 Oktober 2010, kemudian terjadi guncangan bumi (gempa tektonik Mentawai 7,7 SR Senin 25/10/2010; 21:42:22 WIB), keruntuhan (disapu Tsunami). >>> ramalannya kenyataan terjadi. Tangisan airmata (banyak korban tewas, hilang dan mengungsi). >>> ramalannya kenyataan terjadi. Tangisan

 

Tetangga jauhnya akan merayakannya dengan bola api dan percikannya akan mengenai kepala-kepala manusia dan merekapun akan menangis juga. Keesokan harinya sejak 26 Oktober 2010 gunung merapi meletus dan menyemburkan debu vulkanis panas (600-800ºC) menghanguskan semua yang dilaluinya. Debu pasir menutupi kawasan yang luas dan memang kepala2 manusia. >>> ramalannya kenyataan terjadi.

 

Rajanya harus turun tahta ditengah jalan karena dia tidak mampu mencucurkan airmata untuk ikut merayankan kepedihan rakyatnya. Setelah demikian lama rakyat menilai bahwa pemerintah dianggap lamban menanganinya, lalu SBY menyatakan buka kantor sementara di Jogja dan bukan di Istana Merdeka Jakarta (walau hanya sehari). Apakah ini ramalan turun tahta atau memang belum terjadi? . >>> ramalannya kenyataan terjadi.

 

Dua tahun lebih sehari kemudian dia hanya mampu merangkak diantara puing-puing, mengais tegar diantara tubuh-tubuh lemah lunglai bagaikan zombi. Apakah maksudnya 2 tahun lebih sehari masa kekuasaan SBY? ( 21 Oktober 2011) masih harus kita tunggu kebenarannya. Apakah sama seperti ramalan Permadi?

 

Bahasa sudah tak mampu untuk berkomunikasi. Mata tidak mampu memancarkan sinar. Otot tidak lagi mampu berbuat anarkis. Mungkin ada kekacauan besar. Kita tunggu kebenarannya.

 

Langkah-langkah gontai, perayaanpun selesai. Apakah maksudnya Kiamat? Atau Indonesia Bubar? Kita tunggu kebenarannya.

 

Tidak hanya bentuk postingan ramalan yang berjudul ‘Tahun Ini Aku Khawatir’ itu. Ada pula bentuk-bentuk puisi yang mengandung arti ramalan seperti berikut ini:

 

1.    20 Oktober: http://maridup.multiply.com/journal/item/10/20_Okteber

2.    Cukup Tahun Ini Saja Tetapi Tidak Untuk Tahun Depan:

  http://maridup.multiply.com/journal/item/13/Cukup_Tahun_Ini_Saja_Tetapi_Tidak_Untuk_Tahun_Depan 

 

Ramalan tetaplah sebagai sebuah ramalan, tetapi perlu pula untuk bersikap menterjemahkan setiap gejala-gejala menjadi kewaspadaan atau penanggulangan.