Harus Bekerja Keras Bercucuran Keringat

Berpacu dengan waktu untuk kemakmuran

Berpola pikir adil seadiladilnya

Berani mengambil kebijakan yang menguntungkan rakyat

Kepentingan Rakyat diatas kepentingan pribadi dan kelompok

 

 

 

 

 

 Sikap Abdi dan Wakil Rakyat yang dicintai oleh rakyatnya

10 Tugas Rakyat yang tidak boleh dilupakan untuk penyelesaian tuntas atas permasalahan-permasalahan yang masih berceceran disanasini. Kebiasaan rakyat Indonesia yang mungkin sudah menjadi karakter spesifik yang dicitrakan sebagai manusia-manusia pemaaf, agamais, dan berbudaya agung dari timur.

Tetapi apakah pencitraan manusia-manusia Indonesia yang terlihat agung itu menjadi langsung menguntungkan rakyat berbangsa? Catatan sejarah mengatakan ‘tidak’. Terbukti bahwa sampai saat ini potret mayoritas rakyat Indonesia dibidang ekonomi keluarga masih tertinggal jauh dibanding kemajuan lain yang sudah dicapai

demikian gemilangnya yaitu kata kunci ‘Demokrasi’ yang belum difahami maknanya.

Demokrasi – Kekuasaan Ada Ditangan Rakyat. Makna ini dalam praktek bernegara dan berbangsa memang masih belum difahami oleh rakyat kebanyakan. Ada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah memahami makna ini namun masih tergilas oleh kelompok kekuasaan,  justru kelompok kekuasaan yang dimandatkan oleh rakyat itu sendiri, yaitu kelompok Kabinet Pemerintahan, kelompok Aparat Pemerintahan, dan kelompok Wakil Rakyat.

Dan oleh karena itu, kepada seluruh rakyat jangan melupakan setidaknya 10 peristiwa yang terjadi selama tahun 2010 yang tidak boleh dilupakan oleh rakyat, dan harus ditindaklanjuti dengan upaya apapun itu.

Sebelum kita merenungkannya, maka perlulah menyimak 10 Kilas Balik 2010 Berita Nasional yang dirilis kilasan beritanya di Yahoo News Indonesia, berikut ini:

Ada banyak peristiwa yang menjadi perhatian orang sepanjang tahun ini. Kategori ini memuat sepuluh topik terpopuler yang terkait dengan kebijakan pemerintah, politik secara umum dan tokoh masyarakat yang paling sering dicari orang.

  Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ini menggebrak sejak awal memimpin di KPK. Di bawah kepemimpinannya, KPK menahan mantan Kepala Polri Rusdiharjo, hingga mengungkap skandal permainan jaksa dengan Artalyta Suryani, seorang yang memiliki kedekatan dengan aparat hukum. Kesuksesannya rontok setelah ia dituduh mengotaki pembunuhan Nasrudin, suami siri Rhani Juliani. Rhani memiliki kedekatan dengan Antasari. Pada Januari 2010, Antasari dituntut mati oleh jaksa. Skandal Antasari ini juga disebut-sebut banyak melemahkan KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
Jenderal polisi berbintang tiga ini, pada 12 April 2010, ditangkap Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di bandara Soekarno-Hatta. Tadinya, ia hendak terbang ke Singapura. Penangkapan itu terjadi setelah Susno melapor soal makelar kasus di Mabes Polri, salah satunya yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Gayus Tambunan. Susno ditangkap dengan tuduhan menerima suap di penyidikan kasus penangkaran ikan di Pekanbaru, yang dikenal dengan kasus Arwana.
  April 2010, nama Sri Mulyani disebut-sebut akan didepak dari kabinet Presiden Yudhoyono. Itu terbukti pada 5 Mei, saat ia ditunjuk menjadi salah satu direktur Bank Dunia. Pengunduran diri menteri keuangan itu disambut negatif oleh pasar saham dan nilai rupiah. Salah satu spekulasi mengaitkan kepergian Sri Mulyani dengan perselisihannya terhadap pengusaha dan politikus Aburizal Bakrie.
  Gayus Halomoan Tambunan, pegawai golongan III A di Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan, menjadi sorotan di tengah skandal suap pajak. Diduga melibatkan banyak perusahaan besar, Gayus dicari-cari. Pada Maret 2010, ia dijemput di Singapura untuk ditangkap. Kasus dan persidangannya senantiasa diikuti, dan berkali-kali mengungkapkan pengakuan-pengakuan baru, termasuk dari berbagai saksi. 
  Juli 2010, bank sentral membuka wacana redenominasi rupiah. Rupiah baru nantinya tak memiliki banyak nol seperti rupiah sekarang, meski pada dasarnya nilainya tak berubah. Wacana redenominasi disambut dengan berbagai reaksi. Bank Indonesia berencana menjalankannya perlahan-lahan, sambil mempelajari opini publik agar terhindar dari efek psikologis maupun sistemik redenominasi yang justru bisa memperburuk nilai mata uang.
  Pemimpin pesantren Ngruki ini berkali-kali dikaitkan dengan aksi terorisme. Pada Agustus 2010, ia ditangkap polisi dengan tuduhan mendalangi dan mengetahui pendanaan sekolah pelatihan teroris di Aceh. Polisi menuduhnya menerima laporan berkala dari sekolah teroris itu.
  Kini wakil presiden, mantan gubernur Bank Indonesia itu digoyang di DPR terkait skandal penyelamatan Bank Century. Sebagai pimpinan bank sentral, Boediono dinilai bertanggung jawab dalam mengucurkan duit negara yang lalu bocor entah ke mana. Boediono, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan sejumlah pejabat lain, dipanggil DPR untuk memberi testimoni.
  Akhir Juni 2010, Majalah Tempo menurunkan laporan investigasi bertajuk “Rekening Gendut Perwira Polisi”. Sampul majalah itu mengilustrasikan polisi dengan celengan berbentuk babi. Polisi mempermasalahkan soal babi itu, sementara publik tercengang dengan laporan yang menyebut duit miliaran di rekening sejumlah jenderal. Yang membuat edisi itu dicari adalah karena edisi itu diborong dalam jumlah besar oleh entah siapa. Majalah itu hilang dari peredaran hingga Tempo mencetaknya kembali. Di situs Tempo, artikel itu tetap bisa diakses.
  Panitia khusus soal skandal Bank Century ini beranggotakan 30 wakil rakyat yang diawali usul sembilan anggota DPR yang disebut Tim Sembilan. Panitia itu dibentuk sebagai wujud pelaksanaan hak angket badan legislatif. Fokus penyelidikan Pansus Century adalah seputar dana talangan yang diberikan pemerintah ke Bank Century sejumlah Rp 6,7 triliun. Melalui mekanisme pemungutan suara, Pansus Century memutuskan penalangan Bank Century menyimpang dan pengusutan diserahkan kepada penegak hukum.
  Pada April 2010, bentrok terbuka terjadi di sekitar kawasan makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara. Awal bentrok adalah sengketa tahunan soal tanah ahli waris Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau Mbah Priok dengan PT Pelindo II. Pada Rabu 14 April, massa penolak eksekusi melawan pasukan Satuan Polisi Pamong Praja. Pertemuan kedua kubu berakhir rusuh. Sejumlah orang tewas, infrastruktur rusak. Belakangan, Pemerintah DKI Jakarta mengaku hanya ingin merenovasi makam itu agar lebih bagus dan nyaman.

 

10 Topik Terpopuler yang dirilis di Yahoo News Indonesia, sepanjang tahun 2010 sangat perlu disikapi oleh masyarakat sebagai suatu peristiwa yang harus tuntas dari segala permasalahan hukum. Bukan berarti hanya 10 permasalahan yang harus diselesaikan oleh bangsa ini, tetapi setidaknya 10 permasalahan ini mempunyai implikasi yang meluas mempengaruhi tatanan kehidupan rakyat.

Lalu siapa yang mampu kita andalkan untuk membawa permasalahan ini agar terus terpantau penyelesaiannya? Pemerintah, Badan-badan Kewenangan Pemerintah, dan Wakil Rakyat, mungkin menjadi titik pandang seluruh rakyat karena mereka memang diwenangkan oleh rakyat untuk melaksanakan tugas-tugas itu.

Tetapi jangan lupa ! 65 tahun merdeka sudah cukup waktu untuk menguji keseriusan membawakan negara dan bangsa ini sebagaimana cita-cita yang dijabarkan dalam Pembukaan UUD’45. Bagaimana menilai ujian tersebut? Pergaulan antar bangsa dan potensi yang dimiliki oleh bangsa ini menjadi parameter yang pantas untuk mengemukakan kemajuan yang sudah dicapai oleh bangsa ini.

Ada beberapa yang diharapkan oleh rakyat untuk perduli kepada persoalan-persoalan bangsa ini:

  1. Keseriusan Media Massa (Media Cetak: Majalah, Tabloid, Harian; Media Elektronik: Radio Penyiaran, Televisi) dan lain sebagainya sangat diperlukan untuk secara terus menerus mengingatkan rakyat untuk tanggap terhadap permasalahan bangsa.
  2. Kejujuran kelompok-kelompok organisasi non pemerintah seperti LSM, memegang peranan penting untuk memfokuskan proses penyelesaian permasalahan bangsa ini menuju kepada ketuntasannya.
  3. Aksi-aksi Demo Rakyat yang damai merupakan perangkat yang cukup mampu untuk menggugat kinerja keterwakilan bangsa ini yaitu Kabinet Pemerintah, Aparat Pemerintah, Wakil Rakyat.

Apabila memang bangsa yang bernegara ini masih diinginkan bersatu dalam NKRI maka ayolah kita sama-sama melakukan fungsi-fungsi masing-masing secara serius, jujur, konsekwen dan berhatinurani.