Supatra Sasuphan

Pada awal Desember 2006, Mail Online dari dailymail.co.uk memberitakan seorang gadis kecil berusia 6 tahun bernama Supatra Sasuphan dengan nama panggilan Nat asal Thailand mengalami kondisi tubuh yang sangat langka yang disebut Ambras syndrome (Congenital Hypertrichosis) dimana sekujur tubuh terutama wajahnya ditumbuhi bulu (rambut) yang berlebihan sehingga orang-orang menggelarinya ‘Si Wajah Monyet’

“Hey… Monyet !!!” Siapa yang tidak bersedih hati atau kesal bercampur marah bila seseorang menegur

Petrus Gonzales

dengan sindiran seperti ini? Demikian pula yang dialami oleh Supatra Sasuphan, walaupun kenyataannya dia memang berwajah mirip monyet dengan sekujur wajah yang ditumbuhi rambut.

Saat ini Supatra Sasuphan sudah berusia sebelas tahun dan menjadi sangat populer di Thailand sejak dia mendapat gelar dari Guiness World Record sebagai “World Hairiest Girl” atau Si Raja Bulu yang disandangnya di awal tahun 2011 ini. Orang-orang tidak lagi mengejeknya dengan sebutan “Si Wajah Monyet”, dan diapun tidak lagi merasa malu untuk berada dihadapan umum.

Julia Pastrana

Ambras syndrome (Congenital Hypertrichosis) kadang disebut juga sebagai Sindrom Manusia Serigala (Warewolf syndrome) merupakan kelainan genetik pada tubuh yang sangat langka terjadi. Kelainan genetika ini diperkirakan karena adanya mutasi chromosome. Apabila sang ayah memiliki dominan hypertrichosis maka kemungkinan besar 50% turun kepada anak perempuannya. Bila sang ibu dominan memiliki hypertrichosis maka kemungkinannya diturunkan adalah 25% pada anak laki-laki dan 25% pada anak perempuan.

Tercatat sejak tahun 1648 ditemukan di Austria, baru

Stephan Bibrowski

sekitar 50 orang yang diamati mengalami kelainan tubuh yang langka ini.

Petrus Gonzales tercatat sebagai manusia pertama yang mengalami hypertrichosis di tahun 1648. Tercatat pula bahwa dua orang putrinya dan satu orang anak laki-lakinya mengidap hypertrichosis, dan bahkan cucunya pun mengalami kelainan genetika ini. Tercatat pula  Julia Pastrana seorang gadis Meksiko kelahiran tahun 1834 dan meninggal 25 Maret 1860 pada usia 26 tahun.

Priyhviraj Patil

Stephan Bobrowski yang dikenal bernama Lionel dan digelari sebagai Manusia Si Wajah Singa, lahir di Warsawa – Polandia tahun 1891 dan kemudian meninggal dunia di Berlin – Jerman pada tahun 19 32 di usia 41 tahun, karena serangan jantung. Demikian pula Prithviraj Patil asal india kelahiran 1998 dan lainnya yang mengalami Ambras.

Sesuatu yang jarang terjadi atau langka terutama bila

Contoh lain

terdapat pada tubuh manusia apalagi bila dipandang buruk, kerap dianggap sebagai suatu kenistaan atau sebagai wujud dari sebuah kutukan. Kenyataannya bahwa kelainan pada manusia yang mengalami hypertrichosis tidaklah seburuk yang kita duga, malah ada yang menjadi bernasib lebih baik daripada orang kebanyakan yang disebut-sebut berkehidupan normal.

Apabila anda memang memiliki bagian tubuh yang anda anggap sebagai suatu keanehan atau keganjilan

yang lain lagi

dibanding orang-orang kebanyakan, maka janganlah anda sendiri yang menghukum diri-sendiri menjadi sesuatu yang nista dan terkutuk, padahal itu adalah sebuah kenyataan pada diri anda.

 Bukankah banyak juga orang-orang yang mengklaim dirinya memiliki tubuh yang secara fisik disebut normal namun digelari juga dengan berbagai gelar-gelar kenistaan, seperti Hidung Belang, Ular Biludak, Kepala Batu, Nafsu Badak dan banyak sebutan lainnya.

yang ini 'Bukan'

Bila memang kenyataannya anda adalah seorang yang memiliki Hidung Belang, mungkin tidak perlu malu menunjukkan hidung anda yang belang itu. Bila memang kenyataannya anda adalah seorang Ular Biludak, mungkin tidak perlu malu menyatakan bahwa anda adalah Ular Biludak. Bila memang kenyataannya anda adalah seorang yang berkepala Batu, mungkin tidak perlu malu menunjukkan Kepala Batu anda. Bila memang kenyataannya anda adalah seorang yang ber-Nafsu Badak, mungkin tidak perlu malu menunjukkan Naf…    anda, eeehhh… awas jangan sampai terjerat hukum-badak.