Apa Rencanamu?

Oleh Maridup Hutauruk

 

Perencanaan dan merencanakan di zaman moderen sekarang ini sudah menjadi paket kehidupan agar tidak tergilas dengan kemajuan yang berjalan sedemikian kencangnya. Anutan Perencanaan dan Merencanakan bagi masyarakat yang lebih maju seperti di Eropah dan Amerika sudah menjadi konsumsi kehidupan pribadi-pribadi masyarakatnya, sementara dibelahan dunia lainnya, anutan ini belum sepenuhnya dilaksanakan di dalam kehidupannya sehari-hari.

Timbul beberapa pertanyaan; Apakah memang perlu merencanakan sesuatu di dalam kehidupan pribadi? Seberapa pentingkah perencanaan mempengaruhi kehidupan pribadi seseorang? Apakah bila dilakukan perencanaan lantas akan menjamin kehidupan seseorang akan lebih baik? Satu jawaban yang kira-kira mewakili untuk 3 pertanyaan diatas adalah “tergantung!”.

Empat menteri Pemerintahan Indonesia telah duduk bersama yang dipimpin Menko Kesra Aburizal Bakrie bersama tiga menteri lainnya yaitu Menteri Agama M Maftuh Basyuni, Menakertrans Erman Suparno dan Meneg Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Efendi, di Jakarta pada Jumat 7 Agustus 2009 dan mengeluarkan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) bernomor:1 Tahun 2009, Nomor: SKB/13/M.PAN/8/2009, dan Nomor : KEP.227/MEN/VIII/2009, tertanggal 7 Agustus 2009 tentang Hari Libur Nasional 2010.

Adapun hari-hari libur nasional 2010 sebagai berikut:

Jumat, 1 Januari  Tahun Baru Masehi

Minggu, 14 Februari Tahun Baru Imlek 2561

Jumat, 26 Februari Maulid Nabi Muhammad SAW

Selasa, 16 Maret Nyepi Tahun Baru Saka 1932

Jumat, 2 April  Wafat Yesus Kristus

Kamis, 13 Mei Kenaikan Yesus Kristus

Jumat, 28 Mei Raya Waisak 2554

Sabtu, 10 Juli  Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Selasa, 17 Agustus  Hari Kemerdekaan RI

Jumat dan Sabtu 10-11 September, Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

Rabu, 17 November Idul Adha 1431 H,

Selasa, 7 Desember Tahun Baru 1432 H

Sabtu 25 Desember Hari Raya Natal

 

Selain 13 hari libur nasional diatas, terdapat pula hari libur yang disebut “Cuti Bersama” sebanyak 3 hari yaitu yang berkaitan dengan Idul Fitri yaitu Kamis 9 dan Senin 13 September 2010, Natal 24 Desember 2010. Jadi, ada 16 Hari Libur Naional sepanjang tahun 2010 diluar hari Minggu. Khusus Tahun Baru Imlek 2561 tanggal 14 Februari bertepatan pada hari Minggu.

Indonesia secara umum memberlakukan Sistim Kalender Gregorian termasuk hampir semua negara-negara di dunia menganut sistim kalender ini juga. Oleh karena itu, apa yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia mengenai Hari Libur Nasional ini akan dengan sendirinya diakui oleh negara-negara lain apabila memang ada keterkaitan agenda antara satu dengan lainnya.

Hubungan antar negara secara Internasional, hubungan bisnis secara Internasional, ataupun hubungan Intra-nasional akan selalu memanfaatkan kalender sebagai patokan awal untuk merencanakan sesuatu. Kita sungguh bersyukur memiliki satu patokan dalam hal ini kalender yang disepakati bersama sehingga ada keteraturan dalam menjaga hubungan satu dengan lainnya. Kita tidak dapat membayangkan kekacauan yang terjadi bila tidak ada kesepahaman mengenai pengaturan waktu ini.

“Time is money”, demikianlah ungkapan jitu yang selalu kita dengar dan semua memahami bahwa “waktu” disetarakan dengan “uang”. Mengapa harus disetarakan dengan uang? karena memang geliat kehidupan manusia demikian berharganya, sementara dunia moderen sekarang tidak ada yang tidak dikaitkan dengan uang. Dalam dinamika kehidupan yang materialistis ini maka uang menjadi alat tukar yang dapat ditukarkan dengan apa saja, dan memang uang yang menjadi standarnya.

Untuk skala Perusahaan, Organisasi, Pemerintahan, yang menjadi kelompok banyak orang, sudah pasti melakuan Perencanaan dan Merencanakan dan kalau tidak dilakukan maka akan kacaulah semuanya. Maka muncullah banyak teori-teori  semisal istilah manajemen  seperti POAC, FIFO, JUST IN TIME, dan banyak lagi teori lainnya demi untuk mengatur perilaku-perilaku yang berhubungan satu sama lainnya. Teknik-teknik pengaturan inipun tidak akan berjalan menuju kebaikannya apabila tidak ada kesepakatan diantara yang menjalankan tersebut dan itulah tugas menejemen yang dijalankan oleh menejer.

Dalam kaitan dengan judul; Apa Rencanamu? sebenarnya pertanyaan itu ditujukan untuk diri sendiri dalam rangka untuk mencoba berbagi “ruang dan waktu” di alam Indonesia dimana “semua tingkatan masyarakat” atau apapun namanya ternyata ada di Indonesia ini. Yang dimaksud “semua tingkatan masyarakat” adalah bentuk polarisasi masyarakat Indonesia yang sangat beragam akan tetapi saya fokuskan secara radikal menjadi bipolar semisal Moderen-kuno, Beradab-biadab, Pandai-bodoh, Intelektual-bego, Kaya-miskin, Sewenangwenang-tertindas, Berkuasa-takberdaya, Berkewajiban-berhak, dan lain sebagainya.

Beberapa tahun lalu, saya ada bergaul dengan komunitas bisnis dunia dimana ada satu saat komunitas dari berbagai belahan dunia bertemu dalam suatu forum yang berfokus pada satu topik pembahasan, maka ada terlihat ciri-ciri khas yang signifikan antara belahan Amerika, Eropah Barat, Eropah Timur, Asia, mengenai penampilannya yang mengasumsikan perilaku personifikasi tiap belahan ini. Sebuah perusahaan induk dari Amerika Serikat yang sebagai leader dalam busines-meeting dengan International agencies-nya dari seluruh belahan yang disebutkan di atas, yang diadakan di Paris-Perancis.

……… belum selesai, ntar disambung ……….

 

 

Pernah Published on //maridup.multiply.com/journal, Nov 17, ’09 11:44 AM, for everyone.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s