Cemeti Mentawai

Oleh: Maridup Hutauruk


Apa yang terjadi di 3.484° Lintang Selatan 100.114° Bujur Timur

Apa yang terjadi di kedalaman 20.6 kilo meter

Apa yang terjadi pada 2010, hari 25 di bulan Oktober

Itulah Gempa Bumi Mentawai dengan 7,7 Skala Richter

 

Amerika bilang tujuh koma tujuh

Indonesia bilang tujuh koma dua

Ada yang bilang tinggi gelombang 3, 12, bahkan 27

Yang jelas ini sebuah bencana Indonesia

 

Jam menunjuk pukul 21:42:22 waktu setempat

Terjadi gempa di bumi Mentawai pulau di tengah laut

Manusia-manusia terjaga walau banyak masih terlelap

Ada yang hidupnya tamat tapi masih ada yang selamat

 

20 menit berlalu BMKG mencabut status tak ada Tsunami

Katanya prosedur, walau ada ancaman datangnya Tsunami

Masyarakat terputus komunikasi tak ada yang beri informasi dini

Banyak rakyat yang mati karena aparat yang tidak perduli


Yang masih selamat akhirnya terkirim keakherat

Tertimpa reruntuhan, terseret ombak, tersangkut di pohon keramat

Kemana para aparat, kok sudah begini tak ada yang terlihat

Hanya sedikit relawan yang menjadi pahlawan penyelamat

 

Satu per satu mayat-mayat terbungkus plastik hitam

Banyak yang membusuk masih banyak lagi yang hilang

Masih banyak manusia sejati yang berpeluh siang dan malam

Wahai pahlawan-pahlawan relawan, janganlah dulu kau pulang

 

Banyak yang meratap, menangis, menatap hanya dari kejauhan

Tak kuasa meneteskan air mata walau diam seribu bahasa

Tangisan hati dan jiwa kami ada bersamamu keluarga-keluarga korban

Walau kami nun jauh hanya terpampang dihadapan kaca berita

 

Nyawa-nyawa melayang mungkin sebanyak 700-an

Mereka sudah hilang kesempatan menikmati kemerdekaan

Masih banyak lagi bencana-bencana menunggu giliran

Kok pemerintah hanya sibuk menata kekuasaan?

 

Raut muka kusut, semrawut seolah tak ditemani roh kehidupan

Sorot mata kosong hanya mampu melihat ke dalam sanubari

Jemputlah roh mu itu, raih lagi jiwamu, sandingkan di kehidupan

Tumpangkan nyawamu di negrimu, mudah-mudahan dihadapan masih ada NKRI

 

Mari kawan-kawan yang masih tersisa di Mentawai

Tetaplah jaga negrimu yang menjadi warisan pertiwi

Jangan dengar suara wakilmu yang hanya menonjolkan diri

Masih mampu mempersalahkanmu sebagai korban bunuh diri

 

Mari tafakur merenung diri

Ayo bersemedi membersihkan diri

Buang sedih sebagai cemeti

Mumpung kita masih diberi hari-hari


Pernah Posted on //maridup.multiply dot com/journal, Oct 30, ’10 8:34 PM, for everyone.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s