Membaca judul diatas, pikiran kita akan tertuju kepada bunyi-bunyi merdu yang lazim kita dengar dari burung yang bernama Tekukur (Treron curvirostra). Tekukur ini masih kerabat dekat dengan Perkutut, Merpati. Tetapi yang mau disampaikan dalam artikel ini bukan Tekukur yang berbunyi Kur-kur, tetapi KUR yang dikenal sebagai singkatan dari kata Kredit Usaha Rakyat, yang dipromosikan oleh Pemerintah.

Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT. Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha. Adapun Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri dan Bank Bukopin.

KUR ini merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh UMKM dan Koperasi terutama yang memiliki usaha yang layak namun belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana.

Coba kita simak apa yang diartikelkan oleh Krabil Hutauruk berikut ini:

SYARAT PEMBERIAN DANA KUR

Oleh: Krabil Hutauruk (Kontributor)

BNI menargetkan penyaluran KUR kepada masyarakat tahun ini hingga Rp80 miliar. Total dana KUR yang telah disalurkan di Sulawesi Barat hingga akhir April telah tercatat sebanyak Rp20,52 miliar. (more…)

Advertisements